Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Senja Dalam Jiwa

Sebagian perasaanku hancur, lagi-lagi dia yang kau pilih menjadi tempat tinggal. Bukan aku! Entah, apa kurangku dihadapanmu. Sampai sekalipun kau tak pernah melirik meski sebentar. Aku tau, aku tak pernah mampu berpaling daripadamu. Walau kenyataan tak sebahagia yang aku harapkan. Ya, itu dulu. Aku dulu pernah merasakan perasaan itu. Perasaan hancur, perasaan kecewa, perasaan sia-sia, bahkan bodoh pun aku merasa begitu. Cemoohan mereka tentangku yang kian merambah menusuk kalbu. Sudah biasa ku dengar. Aku bodoh, aku yang lemah, atau terlalu sabar menunggu. Setiap harinya hanya harapan kosong yang ku terima. Seringnya kita bersama membuatku terpaku pada satu kenyataan besar. Aku sayang, hanya kepadamu. Mulanya terkesan biasa saja, aku berusaha menutupi kenyataan itu. Walau nyatanya, kau mengetahuinya. Bukan jarak yang ku harapkan, mendapatimu menjauh itu menyakitkan. Secara aku tak lagi dapat dekat, atau sekedar melihat senyum tulus yang biasa kau berikan untukku. A...