Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Sepasang Kaca

-Untuk apapun yang terjadi, hanya aku yang berhak mengetahui sejarahnya. Aku pelaku utama. Dan kalian hanya sekedar penggemar liar ku.- Aku benar-benar tak mengerti, begitu banyak milyaran manusia di muka bumi ini. Namun, hanya segelintir dari mereka yang sanggup melihat segala kejadian dari berbagai sisi. Jika saja mereka berada di posisi ku atau pernah mengalaminya, mungkin mereka dapat mengendalikan sikap dan ucapannya. "Lo ga akan pernah bisa meyakinkan kalo elo ga salah, bahkan sebenar apapun elo di mata mereka elo hanya tinta hitam. Pekat dan tak dipandang." Begitu nyatakah ucapan Ara ini, sampai membuatku tersandung dan menjatuhkan buku-buku yang ku dekap. "Elo bisa bawa ga sih? Manja banget sampe kaya gitu." Bukannya membantu, dia terus mencaci maki. Ara tak akan pernah tau bagaimana rasanya jadi aku. Karena dia penuh dengan kata sempurna. "Elo bisu? Gue duluan. Buang-buang waktu nemenin cewek mirip patung kaya elo!" Apa yang ku ...

Bagian Puzzle yang Hilang

"Kau takkan pernah tahu rasanya sakit, sampai orang yang kau cintai melakukannya padamu." "Lo yakin mantepin hati lo buat dia? Lo kan belom pernah ketemu Grace." "Gue yakin Ra. Dia itu baik banget, mana lucu lagi. Keren juga." "Tapi dia itu kan bayangan doang. Apaan sih lo!" "Bilang aja lo ngiri kan." Seharusnya aku tak berharap untuk apapun yang sudah kau berikan. Sejauh ini dugaan-dugaanku tak pernah salah. Tapi, kali ini kau yang membelokkannya. Cuaca pagi ini sangat terik, hampir membuat orang yang berada dalam dekapan sinarnya merasa terlalu panas dan ingin segera berlalu meninggalkannya. Aku yang tengah mix and match dress polkadot ungu ini saja sampai seperti cacing kepanasan saking gerahnya. "Duh, udah mandi padahal. Panas banget!". Bisa apa lagi? Panas sudah tak mau diajak untuk kompromi. Seharian yang lalu memang hujan mau berkunjung, tapi matahari terburu-buru mengusirnya pergi. Ku tatap layar...

Saat Teh dan Kopi yang Berbicara

"Ketika kopi menjadi sebuah keharusan untuk kau nikmati. Sedangkan teh adalah sebuah keharusan untuk ku miliki". Beberapa tahun silam. Aku menemukan mu dalam diam. Memandang langit yang tak bersahabat dengan sore ini. Setiap tetes kopi yang kau nikmati menjadi pemandangan indah yang sayang untuk ku lewati. Kau mendongakkan kepala. Sembari menutup mata merasakan aroma kopi yang semakin meringkus rongga dada mu. Aku tau kau tak sedang berbahagia. Ada secuil problematika yang kau sembunyikan di antara obrolan mu dengan kopi itu. Kau berdiri. Perlahan menjauhi kopi yang sedari tadi menemanimu dalam diam dan kesendirian itu. Sedangkan rasanya kopi masih tak rela kau pergi. "Teh adalah jiwaku. Bahkan saat matahari mulai menampakkan teriknya, aku tak ingin melepaskannya". Mematung di hadapan cermin yang ku lakukan. Memasang jarum kecil di antara helaian kain lembut dan pucuk dari dagu ku. Ku gapit tas yang semenjak malam menungguku membawanya. Matahari masih d...

Saat Kopi dan Hujan Saling Melengkapi :)

Malam masih tak menunjukkan cerianya. Mendung masih saja membuatnya tak bergeming. Menunggu beberapa detik dirinya akan melebur bersama siraman air hujan yang siap meleburkan tetesannya ke bumi. Aku tak mendengarkan apapun yang seharusnya aku dengar. Aku tak melihat apa yang seharusnya aku lihat. Aku hanya ingin menenggelamkan diriku bersama dekapan malam yang dinginnya mulai merasuk menusuk tulang-tulang yang sejak dari tadi ikut terpaku dalam diam. Sebelumnya aku sudah menguatkan diri, berjanji agar air mata ini tak jatuh. Tapi, aroma hujan yang mengajakku berkonspirasi meleburkan kesakitan hati ini. Beberapa part penyebab tangisku belum sepenuhnya terkuak. Aku menyimpannya sendiri dalam sudut-sudut hati yang tak pernah bisa terjamah oleh siapapun. Seharusnya aku bisa menikmati hari-hariku seperti biasanya. Bahagia saat hujan turun. Menyambutnya dengan tergesa-gesa. Menghamburkan aroma kopi yang biasanya menjadi salah satu menu wajib saat kita bersama. Ya, saat kita ...

Mencintai Dalam Selimut Diam. Bersembunyi Namun Berharap Diketahui.

"Pensil warna tak selamanya mampu membuat gambar menjadi indah". Senja itu mengingatkan ku pada seseorang yang sampai saat ini menjadi elemen penting dalam unsur kehidupanku. Menjejali jiwaku dengan sesak yang menyeruak. Menjejakkan kakinya di antara jalan hidupku yang masih belum ku temukan kemana langkahnya akan berujung. Sosoknya memang dapat ku genggam, tapi tidak dengan hatinya. Beberapa waktu yang lalu dia memang tak pernah lepas dari rangkaian catatan hari-hariku. Mengisinya dengan deretan canda tawa. Mengabarkan apa yang dialaminya saat itu. Menceritakan semua hal yang membuatnya carut-marut menjalani hari. Aku mencintainya. Menganggapnya kuas hidup yang mampu mengubah hampaku menjadi kian bewarna. Mengaguminya dengan segala hal yang membuatnya terasa istimewa. Menerimanya dengan berbagai kekurangan yang mungkin orang lain belum tentu mampu menerima. "Berjuang sendirian itu menyakitkan". Mungkin aku bodoh, membuat ruang priorit...

CYF Frozen Brownies - Oleh-oleh Khas Surabaya

Gambar
Enjoy CYF gaes! Haloo kalian yang warga asli Surabaya atau turis beda kota :p Udah sering makan brownies kan? Udah sering nyicipin yang manis-manis kan? Udah sering nyoba yang berbau coklat kan? Udah sering gigit yang dingin-dingin kan? Tapi belum nyobain yang satu ini? Kombinasi brownies yang nyoklat, empuk, manis dan lembut banget, apalagi kalau dinikmati pas baru keluar dari freezer, uuhhmm asli kresnyes bikin meleleh. Temen yang asyik banget loh buat nemenin kamu baca novel, koran, atau majalah. Setiap gigitannya bikin kamu melayang terbang di udara :D Saking enaknya ~ Apalagi pas galau gara-gara tugas, kerjaan, bahkan hidup matinya Mahasiswa tingkat akhir, Skripsi :p Bisa banget nambah mood or inspirasi yang keren kalau ngelakuinnya sambil gigit-gigit yang satu ini. Oleh-oleh Khas Surabaya? YA! Ini salah satu buah tangan yang harus kalian bawa buat oleh-oleh loh. Dijamin deh pasti sukak :D CYF Frozen Brownies ini bisa kamu dapetin dengan harga ...

Untukmu Penggores Luka..

"Ketika janji, hanya sekedar janji.." - Pertengkaran memang menjadi trending topik menakutkan bagi pasangan yang tengah dilanda asmara ataupun yang sudah lama mengarungi biduk rumah tangga. - Hari itu, bukanlah hari yang ku harapkan sebenarnya. Setiap wanita mengharapkan hari-harinya bahagia dengan pria yang dipilihnya sebagai kekasih. Tentunya memilih dengan selektif atas dasar yang rasional.  Saat itu memang seharusnya tak pernah terjadi. Kamu menjanjikan aku jadwal di mana kita akan menghabiskan waktu bersama. Berdua pastinya. Aku sebagai wanita dapat kamu pastikan bagaimana perasaannya membuncah bahagia, ketika yang dikasihi meluangkan waktunya di sela-sela kesibukan yang padat. Kamu pasti mengerti sekali bahwa meluangkan waktu adalah hal yang membuat wanita menjadi prioritas di atas segalanya. Kita sudah sepakat bahwa lusa akan menjadi hari yang pas untuk kita lewati bersama. Aku sudah membayangkan betapa indahnya hari itu. "Maaf datang tak sesuai harapan." ...