Mencintai Dalam Selimut Diam. Bersembunyi Namun Berharap Diketahui.

"Pensil warna tak selamanya mampu membuat gambar menjadi indah".

Senja itu mengingatkan ku pada seseorang yang sampai saat ini menjadi elemen penting dalam unsur kehidupanku. Menjejali jiwaku dengan sesak yang menyeruak. Menjejakkan kakinya di antara jalan hidupku yang masih belum ku temukan kemana langkahnya akan berujung.
Sosoknya memang dapat ku genggam, tapi tidak dengan hatinya.

Beberapa waktu yang lalu dia memang tak pernah lepas dari rangkaian catatan hari-hariku. Mengisinya dengan deretan canda tawa. Mengabarkan apa yang dialaminya saat itu. Menceritakan semua hal yang membuatnya carut-marut menjalani hari.

Aku mencintainya.
Menganggapnya kuas hidup yang mampu mengubah hampaku menjadi kian bewarna.
Mengaguminya dengan segala hal yang membuatnya terasa istimewa.
Menerimanya dengan berbagai kekurangan yang mungkin orang lain belum tentu mampu menerima.


"Berjuang sendirian itu menyakitkan".

Mungkin aku bodoh, membuat ruang prioritas dalam detik jam untuknya.
Menunggunya seperti biasa tanpa berharap dia juga menungguku.
Selalu berharap bahwa akan ada saatnya hatinya mencair menerimaku.

Mungkin aku terlalu memaksakan diri, berusaha membuatnya tertarik denganku.
Membuatnya berusaha melupakan bahwa masalalunya tak pantas ditunggu.
Membuatnya berusaha menerima kehadiranku.

Atau aku yang hanyut dalam imajinasiku bahwa akan ada hari di mana kita tak ada jarak untuk saling bersama. Dan pada kenyataannya itu tak tak pernah terjadi.


"Jarak memang jahat. Memisahkan insan yang seharusnya bersatu. Tapi, waktu terlampau kejam. Membuat insan yang seharusnya bahagia menjadi menikmati masa-masa menyakitkan ini. Sesuai yang waktu katakan, indah pada saatnya".

Aku hanya diam. Berharap dia akan mengetahui harapan yang sudah ku tuliskan dalam hidup. Menjadikan seseorang yang tak pernah hilang dari pandanganku. Menjadikan seseorang yang mampu membuatku tegar dalam menghadapi situasi sulit. Menjadikan partner hidup yang akan saling menggenggam erat dalam suka dan duka.
Meski pada kenyataannya semua hanya mimpi-mimpi tidurku.
Dia tak akan pernah tau aku mencintainya.

-Kau hanya akan membuat hari-harimu menyakitkan. Ketika, kau masih terpaku dalam kondisi yang sama dan tak pernah berusaha mengubahnya menjadi suatu keadaan yang berbeda.-


Komentar