Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Senja Dalam Jiwa

Sebagian perasaanku hancur, lagi-lagi dia yang kau pilih menjadi tempat tinggal. Bukan aku! Entah, apa kurangku dihadapanmu. Sampai sekalipun kau tak pernah melirik meski sebentar. Aku tau, aku tak pernah mampu berpaling daripadamu. Walau kenyataan tak sebahagia yang aku harapkan. Ya, itu dulu. Aku dulu pernah merasakan perasaan itu. Perasaan hancur, perasaan kecewa, perasaan sia-sia, bahkan bodoh pun aku merasa begitu. Cemoohan mereka tentangku yang kian merambah menusuk kalbu. Sudah biasa ku dengar. Aku bodoh, aku yang lemah, atau terlalu sabar menunggu. Setiap harinya hanya harapan kosong yang ku terima. Seringnya kita bersama membuatku terpaku pada satu kenyataan besar. Aku sayang, hanya kepadamu. Mulanya terkesan biasa saja, aku berusaha menutupi kenyataan itu. Walau nyatanya, kau mengetahuinya. Bukan jarak yang ku harapkan, mendapatimu menjauh itu menyakitkan. Secara aku tak lagi dapat dekat, atau sekedar melihat senyum tulus yang biasa kau berikan untukku. A...

Sekedar Pewarna Tanpa Makna

Aku tau, aku mulai mengagumi sosoknya yang istimewa itu. Meski sekedar teman dekat. “Dhiiiiirr.. Ini ada titipan dari Yogi. Katanya sih mumpung masih anget.” “Thanks yaa Ges. Betewe ketemu dimana sama Yogi?” “Tadi, pas kelar senam. Udahan ya, aku mau balik duluan.” “Iyaa, thanks yaa Ges.” Sosoknya memang luar biasa dimataku, meski pandangan yang lain mengatakan berbeda. --- Hujan masih mengguyur jalanan kota Surabaya kali ini. Padahal sudah pukul delapan pagi. Dhira harus segera pergi ke kampus. Mengingat kuis mata kuliah Akuntansi sudah siap dinikmati. ‘Yaampun, belum reda juga. Mana mobil dipake Dandy dari semalem belum balik lagi. Masa iya calling taxi. Setengah jam lagi kudu sampe kampus lah. Gojek aja deh.’ Ujarnya dengan perasaan yang luar biasa resah. “Kak, dicariin temen mu dibawah.” “Dandy, kemana aja sih? Aku butuh mobil kamu ga balik-balik.” “Ngomelnya ntaran aja deh. Ditungguin.” “Ga tau diri banget!” Dhira segera turun k...

Bersabarlah Sebentar Hati, Jalan Tuhan Lebih Indah Dari Semua Ini!

Hai, hati. Kau apa kabar? Lama tak pernah mendengarkanmu berbicara. Atau memang aku tak peka akan suaramu? Maaf. Mungkin hanya itu yang dapat ku utarakan padamu. Adakah hal yang ingin kau sampaikan padaku, hati? --- Maafkan aku, lebih memilih diam dibandingkan bersuara. Maafkan aku, terkesan merahasiakan sesuatu dari yang lainnya. Maafkan aku, mendewakan kesendirian daripada kebersamaan. --- Kau sedang tak baik-baik saja? Katakan hati, katakan padaku apa yang kau alami? Apa yang kau rasakan? --- Bolehkah aku memulai menceritakannya padamu? Siapkah kau menampung beban yang telah lama ku pikul? Sedangkan kau tau, merasakanku rapuh seperti ini, pasti kau akan lebih terjatuh lagi. Aku tengah kecewa. Pada siapapun yang berani dengan sangat tega melukaiku. Cara yang dilakukan tak pernah mau menengok bagaimana reaksinya terhadapku. Melonglong di awal pertemuan semua akan baik-baik saja. Nyatanya? Siapapun mereka, diantara yang menyakitiku dengan pe...

Nongki Ngehits Dompet Klimis ala Gue

Gambar
Bingung mau nongkrong? Nyari yang dengan ciri-ciri murah, enak, cozy plus unik? Belum lagi keren buat selpi-selpi? Nah, ini nih tempat nongkrong asyik ala gue #eaa .. Ga bakal bikin kantong mu kering lah, tetep dapetin kualitas menu yang recommended banget! Cekidot : TUTTI FRUTTI Ngagel Jaya Utara No. 66, Surabaya Ini cafe menunya buah-buahan ya? Atau semuanya serba buah? No no no gaes. Tutti Frutti ini merupakan Ice Cream Mini Cafe. Kalian para maniak ice cream, ga usah bingung lagi mau ngeskrim dimana. Cukup dateng kesini kalian bisa nemuin segala macam ice cream loh. Ditambah lagi snacknya yang oke punya. Londo londo gimanaaa gitu hihi. Nanya cafenya keren? Meskipun dari luar terkesan mini, jangan salah. Ketika kalian masuk, kalian bakal ngerasain kalau cafe itu bener-bener asyik banget. Apalagi ornamen jaman dulunya kerasa. Si Koko juga baru aja bikin cafe itu makin cantik dengan Kereta Api Miniatur di lantai 2. Penasaran kan? ...

Senandung Rindu Dalam Batas

_ Kesalahan terbesar adalah ketika kita mencintai seseorang dengan bermodalkan perasaan. Tanpa tunjangan dari keberanian dan aksi untuk mengakui. _ Seperti sore ini, disebuah tempat dengan letak paling ujung berdiri sosok wanita berperawakan mungil, namun penuh pesona bagi setiap adam yang melihatnya. Sarah Pradipta. Dengan dress polkadot ungu dipadu flat shoes putih, ia menatap lalu lalang kendaraan dihadapannya melalui kaca yang sedari siang tadi menyisakan butiran kecil air hujan. “Mbak, mungkin mau tambah menu lain?”, suara pramusaji mengagetkannya dari lamunan. “Maaf mas, nanti kalau saya mau bisa langsung panggil masnya ya..” “Sedari tadi mbak hanya berdiri melihat suasana di luar. Saya kira lagi nunggu hujannya reda”. “Oh, ga mas. Saya Cuma nunggu seseorang”. Jelasnya pada pramusaji. Jelas-jelas dia berbohong. “Baik mbak. Mohon maaf, saya permisi kalau gitu”. “Terimakasih tawarannya”. Sarah masih dalam posisi awalnya. Kembali menatap kaca bening dihadapann...