Aku Mencintaimu dari Jarak, Waktu dan Ruang yang Tak Pernah Kau Ketahui
![]() |
| Kita Muda |
Karena mencintaimu tak perlu alasan ~
Kau tau, mencintaimu seperti mimpi yang tak pernah jadi kenyataan. Berusaha bagaimanapun aku rasanya sia-sia.
Setiap malam aku tak pernah absen berdoa, berharap hatimu ada celah kecil untukku meringsek masuk secara paksa ke dalamnya. Lagi lagi rasanya percuma.
Kau tau, saat itu aku tengah dalam masa-masa paling sulit untuk bangkit dari keterpurukan hati. Berbagai cara sudah ku coba untuk mengembalikan bahagia yang sempat hilang.
Tapi, tak butuh waktu lama kau datang, memasuki ruang hati yang rasanya kosong dan terbawa pada masa lalu. Kau datang dengan cara yang baik. Tak memaksa bahkan tak pernah ku ketahui permulaannya. Kau datang dengan cepat dan tepat. Sampai akhirnya aku merasa kau adalah seseorang yang mampu menyembuhkan luka yang setiap detiknya menganga.
Aku mencintaimu dari jarak, waktu dan ruang yang tak pernah kau ketahui ~
Rasanya aku terlalu mendramatisir keadaan setiap kau disampingku, atau aku yang selalu membawa perasaanku ke dalam jurang paling dalam saat perhatianmu tertuju padaku.
Setiap waktu aku bodoh menunggumu dalam diam, berkhayal kau menjadikan imajinasiku nyata.
Aku selalu menyaksikan ribuan kenangan kita, indah. Tapi saat ku dapati status kita hanya sebatas teman, rasanya aku terlalu memaksakan diri. Mungkin kita memang teman. Yang selamanya akan hanya menjadi teman. Dan kepastian yang ingin ku dapatkan hanya angan, semisal kata diakhir 'teman', teman hidup!
Aku memahami bahwa kita berbeda, dunia mu terlalu jauh ku gapai. Kesibukan kita yang membuat pertemuan semakin jarang, komunikasi pun terasa sangat singkat. Jarak pun tak mengizinkan kita untuk bertatap muka saling melempar rindu. Rasanya hanya aku yang merindu.
Tunggu, atau aku yang tak pernah menyadari bahwa ruang hatimu masih penuh? Penuh dengan kenangan dan sisa-sisa masalalumu. Yang selalu ku coba menyapu bersih dari ingatanmu namun gagal.
Aku terlambat mengerti bahwa sosoknya masih indah di matamu, menetap jiwanya dalam jiwamu, kasihmu yang teramat luar biasa padanya. Hingga siapapun seperti menjejalkan kakinya diatas tumpukan paku, saat mencoba mengusik posisinya dari hidupmu. Termasuk aku.
Percayalah, aku akan setia meski lara ~
Sekian kalinya aku terluka, karena beberapa hal yang kau sebabkan.
Tapi aku bertahan. Bagi mereka aku bodoh. Ya, memang. Menunggu dirimu yang tak pernah tau bahwa aku mencintaimu. Seharusnya aku mengatakan. Mengatakan padamu bahwa aku sayang. Entah saat alasan ditanyakan, aku tak pernah mampu menjawab. Yang jelas saat denganmu aku bahagia.
Aku akan tetap demikian. Dengan keadaan bagaimanapun. Sampai jarak, waktu dan ruang yang memutuskan bahwa aku harus berhenti. Berhenti tanpa syarat.
Mungkin, saat semua terlambat masing-masing dari kita akan saling mengerti.
- Nadhev, 20 Ramadhan 1437 -

Komentar
Posting Komentar