Makna dibalik peristiwa ~

Karena pada dasarnya, awal mula hingga akhir semua adalah kehendak Tuhan..

Setiap insan pernah mengalami fase naik turun kehidupan, kadang merasa memiliki segalanya sampai akhirnya Tuhan membuatnya kecil dan rapuh, kehilangan apapun yang ia cintai. Adapula yang merasa bahagia karena ia hebat, tapi lagi Tuhan menguji dengan menghilangkan kehebatannya.
Bahkan tak sedikit orang yang sangat beruntung mempunyai pasangan yang luar biasa di matanya, namun akhirnya ditinggalkan begitu saja.

Terdapat beberapa titik alasan Tuhan mengubah roda yang di atas secara 180 derajat diputar menjadi lokasi paling bawah. Bukan semata Tuhan tak mencintai atau pilih kasih pada hamba-Nya, namun lebih mengacu pada kesabaran dalam menjalani hidup.

Kita tak perlu mengingkari bahwa akan ada masanya kita lupa, jika bersyukur merupakan suatu kenikmatan dalam menjalani aktifitas, penambah semangat serta rezeki. Kita sibuk meyakini itu milik kita, dan akan selamanya tetap demikian. Tapi pada kenyataannya semua hanyalah imajinasi.

Kita lupa, sesaat kita bahagia. Sesaat pula kita berduka. Ada waktu tertentu kita bahagia dan berduka cukup lama. Ada waktu juga kita bahagia dan berduka dalam satu waktu.

Bukan Tuhan jahat, bukan Tuhan tega. Tapi kita hanya diingatkan disetiap waktu berdetak hanya Tuhan yang setia sampai lubuk hati paling dalam. Bahkan saat orang yang kau percaya berkhianat sekalipun.

Tuhan memberikan sakit, agar kita menyadari bahwa bahagia saat dalam keadaan di atas angin itu lebih nikmat dari apapun.
Tuhan memberikan kecewa, agar kita menyadari sebuah kehadiran dan perasaan yang tak terduga itu layak dipertahankan.
Tuhan memberikan luka, agar kita menyadari jika saat kita memiliki segalanya seharusnya berbagi itu meringankan beban.
Tuhan memberikan rapuh, agar kita menyadari tak selamanya berdiri dapat kita nikmati dengan tenang.

Semua ada masanya.
Masa kaya lalu terpuruk. Masa kecil lalu berkembang. Masa jatuh kemudian bangkit. Masa berjalan lalu lumpuh. Masa dipertahankan hingga diabaikan. Masa dianggap sampah hingga jadi berlian.
Iya semua ada masanya.

Tuhan memberikan peristiwa bukan tanpa alasan, tapi demi sebuah perkembangan bahwa kita hidup di zaman yang berbeda. Menikmati segala fasilitas dengan berbagai ancaman.

Tuhan yang terkasih. Menetap dihati. Menemani langkah. Dan yang pasti satu cinta dalam berbagai keadaan. Tuhan Maha Segala-galanya.

Komentar